SELAMAT  DATANG  DISITUS  "MEDIA BELAJAR OTOMOTIF"  MEDIA SEPUTAR TEKNOLOGI  |  OTOMOTIF  |  MOTIVASI  |  BISNIS  DAN  INTERNET  ===> TERIMA  KASIH  ATAS  KUNJUNGAN  ANDA <=== 

Teknologi Otomotif Masakini

    Teknologi Otomotif

 
http://tokoone.com/gps-tracker-pelacak-kendaraan-lewat-hp/

     Berbicara Teknologi, banyak yang dimulai dari sebuah mimpi. Misal saja, dulu tidak pernah terpikirkan kalau mobil dapat terparkir sendiri atau antar kendaraan dapat berkomunikasi untuk menghindari kecelakaan. Dan sekarang semuanya telah terwujud hingga ke teknologi yang memungkinkan kendaraan melakukan pengereman secara otomatis ketika dua kendaraan saling berhadapan.
Tentunya dari semua teknologi itu membuat mobil bertambah manfaatnya dan menjadi kebutuhan bagi kehidupan manusia dalam aktivitas sehari-hari.

     Bahkan sekarang ini industri permobilan dari semua ATPM mengalami perkembangan yang pesat. Segala inovasi dihadirkan untuk memberikan pelayanan kenyamanan dan keamanan sehingga dalam menciptakan kendaraan yang lebih berkwalitas.

Beberapa teknologi yang dihadirkan diantaranya sebagai berikut :

     Pengendali Pasokan Oksigen Di Ruang Bakar
      Pengaturan pasokan bahan bakar selama ini diatur seiring pijakan pedal akselerator, sehingga kendali pasokan oksigen diatur sesuai bukaan katup pada throttle diujung saluran masuk atau besar kecilnya celah katup masuk. Durasi dari gerakan buka tutup ini berlangsung konstan. Tetapi terkadang gerakan konstan tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, karena pada waktu tertentu mesin terbebani sehingga kehilangan daya optimum.

     Dalam mengatasi masalah tersebut FIAT melakukan penelitian yang menghasilkan sebuah sistem yang dapat mengubah gerak katup dari konstan menjadi variabel. Rancangan pertama kalinya pada tahun 1960 yang diperkenalkan oleh FIAT, dan kini telah disempurnakan menjadi teknologi Multi Air. Dengan prinsip kerja yang konsen pada pegerakan katup, pasokan udara dalam mengatur jumlah udara dalam ruang bakar. Pergerakan piston dan camsaft yang akan menggerakkan katup saat piston diposisi hisap (siklus 4tak yang pertama), dan sebuah selenoid akan mengatur durasi katup masuk tersebut.

     Teknologi pengaturan buka tutup katup ini telah banyak dikembangkan sebut saja 4-Valve Technology dari Mercedez atau Vanos (Variable Noken Wellen Steuerung) dan Valvetronic milik BMW. Dari manufaktur Jepang VVT-i (Variable Valve Timing) dari Toyota atau VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) kepunyaan Honda, serta MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Timing Electronic Control System). Kebanyakan dari teknologi tersebut memakai sistem elektronik sebagai kendali rangkaiannya. Dengan memakai ECU terpisah serta aktuator yang disematkan pada ujung Camsaft dan cara ini mempunyai tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Hal inilah yang lantas sederhanakan oleh FIAT dengan memanfaatkan oli mesin.

     Karena Multi Air inilah puncak tenaga dari mobil diklaim naik sekitar 10%. Bahkan torsi pada putaran rendah meningkat hingga 15% sebab udara yang masuk lebih banyak. Kerugian mekanis yang ditimbulkan adanya gesekan antar komponen mesin (pumping loss) berkurang hingga 10%, dan diikuti turunnya output emisi CO2. Dan dengan cara ini konsumsi BBM terpangkas 25% dibanding mesin lain yang kapasitas dan jumlah silindernya sama serta menekan gas buang karbon monoksida 40% dan Nitrogen 60%. Teknologi dari Multi Air ini akan diterapkan pada mesin 16-Valve 1,4 liter milik dari Alfa Romeo Mito di Akhir 2009.

     
     Eco - Driving
     Salah satu yang dapat mengurangi konsumsi dari bahan bakar adalah Teknologi Hibryd, akan tetapi kemampuan tersebut dapat hilang bila ada gaya pengemudi yang bersifat agresif. Honda mensosialisasikan prinsip Eco-Driving dengan mengenalkan terobosan baru Ecological Drive Assist System (EDAS), tujuan dari sitem ini membantu pengemudi dalam menerapkan prinsip mengemudi Eco-Driving.

     Mobil Hybrid Insight ini yang mengaplikasikan sytem EDAS, dan EDAS ini mempunyai tiga fitur kunci :
1.  Mode Econ
     Setelah memasukkan tombol Econ di dashboard, maka otomatis mode ini mengontrol kinerja mesin, fungsi transmisi (CUT) serta komponen powertrain lain supaya lebih ekonomis. Dalam hal ini efektivitas mesin akan lebih maksimal dengan mengatur fungsi AC. Memperpanjang jeda berhentinya mesin saat mobil berhenti serta memaksimalkan kemampuan pengisian ulang baterai saat adanya pengereman.
2.  Fungsi Pembimbingan
     Melalui indikator berwarna pada speedometer bila muncul warna hijau sebagai background, artinya Anda telah mengemudi secara efisien. Dan jika warna dari latarnya berubah biru maka gaya dari mengemudi Anda membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.
3.  Fitur Penilaian
     Setelah Anda berkendara, maka komputer akan menampilkan sebuah grafik pohon kecil dilayar Multi Information Display (MID). Semakin ekonomis cara mengemudi maka makin banyak daun yang tumbuh di pohon tersebut. Terlebih jika cara mengemudi secara sempurna / sangat ekonomis maka tidak hanya daun yang muncul tapi juga gambar bunga. Dan saat terakhir kunci kontak dimatikan MID akan menampilkan nilai yang dicapai pengemudi.


     Reduksi Emisi Nox
     Adanya CX-7 yang dicatat oleh Mazda sebagai mobil penumpang pertama di Jepang yang menggunakan Urea Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mesin diesel. Mazda mempunyai tujuan yang jelas yaitu mengubah persepsi bahwa SUV menjadi penghasil emisi gas buang terbesar. Adanya teknologi baru ini pembakaran mesin MZR-CD 2.2L turbo diesel menghasilkan sisa Nitrous Oxide (Nox) akan dibersihkan melalui penyemprotan urea cair. Penggunaan pada sistem ini akan berdampak pada penggunaan bahan bakar yang lebih efisien dan menekan emisi CO2 (dari mesin bensin). Teknologi SCR CX-7 facelift bisa melenggang dengan sempurna lolos dari regulasi emisi EURO 5.

     Untuk penyimpanan SCR dan Urea cair ini ditaruh pada tempat khusus dibelakang dengan tidak mengurangi ruang penumpang belakang. Mesin diesel CX-7 ini sudah rendah emisi sehingga untuk penyimpanan Urea cair ini dengan tangki berukuran kecil. Kandungan zat kimia dalam Urea cair ini tidak berbahaya dan umum digunakan sebagai pelengkap pelembab kulit dan krim pelembut tangan.


     Pengereman Otomatis dan Pre-Crash
     Perusahaan mobil VOLVO menghadirkan teknologi untuk keselamatan yang disebut Collision Warning With Full Auto Brake (CWAB). Adalah salah satu fitur terbaru yang akan mendeteksi posisi kendaraan didepan melalui sebuah radar dan sensor kamera, lalu diteruskan kesistem pengereman secara otomatis.

     Jarak otomatis yang bisa ditangkap oleh radar dan kamera dengan kendaraan adalah sekitar 150 m. Hal ini terjadi saat kendaraan mendekat maka sistem ini akan memberitahukan pada pengemudi. Bila pengemudi tersebut ternyata tidak merespon maka CWAB secara otomatis akan mengerem kendaraan.

     XC60 juga mengaplikasi City Safety yang dilengkapi sensor laser yang mampu memonitor beberapa obyek pada jarak lebih dari 10 meter. Bila sistem pembacanya ada persimpangan dan kemacetan lalu lintas, pesan sinyal akan disampaikan oleh komputer agar kecepatan XC60, misalkan saja kecepatan yang ditempuh diatas 15 Kpj, maka komputer secara otomatis akan menekan rem 50% bila didapati kendaraan melaju pelan atau berhenti didepan dan tidak diketahui oleh pengemudi.

     PT. Toyota Astra Motor juga memiliki teknologi yang hampir serupa dinamakan Front-Side Pre-Crash Safety System dan Pre-Crash Seetbeak yang dipakai oleh Toyota Crown. Inovasi yang dipakai oleh Toyota ini mampu memprediksi secara akurat akan terjadinya benturan dengan menggunakan gelombang radar yang dipancarkan secara diagonal kearah kanan dan kiri kendaraan. Hal ini difungsikan untuk mendeteksi kendaraan yang melaju kencang dari persimpangan jalan.

     Banyak hal yang dikendalikan oleh Pre-Crash System, seperti pengatur sandaran kursi dan sabuk pengaman penumpang depan dan penumpang belakang. Memberikan perlindungan yang maksimal adanya sistem ini juga berguna untuk menegakkan sandaran kursi  agar airbag bisa semaksimal mungkin. Sistem ini juga dapat mendeteksi kendaraan yang melaju kencang dari persimpangan jalan.
Pre-Crash intelligent Head Restrain disiapkan untuk mengurangi resiko cidera pada leher yang diakibatkan oleh hentakan dari belakang.


     Parkir Pintar ( Active Park Assist) 
     Yang termasuk pertama kali mengaplikasikan teknologi parkir pintar ini adalah Lexus, dan Ford Motor Company (FMC) yang terakhir mengenalkan Active Park Assist diaplikasikan pada Lincoin MKS sedan dan MKT Crossever. Teknologi yang digunakan adalah sistem sensor Ultrasonic dan Electric Power Assist Steering (EPAS) untuk memposisikan kendaraan secara otomatis, caranya adalah dengan mengkalkulasi dan mengoptimalkan sudut lingkar kemudi saat melakukan parkir paralel.

     Hanya dengan menekan tombol Active Park Assist, mobil bisa secara cepat dan mudah serta aman memarkir kendaraan tanpa perlu menyentuh lingkar kemudi. Dengan adanya tampilan Visual Audio yang akan memberitahukan pengendara terhadap jarak dengan mobil lain ataupun obyek.


     Menejemen Lalu Lintas
     Audi memperkenalkan cara baru dalam mengurangi kemacetan lalu lintas dengan sistem baru yang disebut Travolution. Perangkat lunak ini menghabiskan dana untuk sebuah riset sekitar 1,2 juta Euro, yang memungkinkan pemilik dari Audi ini memperoleh informasi lampu lalu lintas, kapan lampu akan hijau atau merah. Dari informasi yang diperoleh tersebut kendaraan dapat menghitung jarak serta menjaga kecepatan menjelang adanya lampu lalu lintas sehingga mengurangi kondisi "star dan stop" saat menunggu lampu merah.

     Departemen lalu lintas Ingolstadt, Jerman memberikan dukungan proyek Travolution tersebut, karena dapat mengurangi durasi berhentinya kendaraan sehingga kemacetan lalu lintas dapat dikurangi.
Berikut sistem kerjanya :
Modul yang terpasng di lampu lalu lintas mengirimkan informasi kepada mobil mengenai kapan lampu hijau akan menyala, sedang sistem komputer dalam kendaraan akan menghitung berapa kecepatan yang harus dilakukan pengemudi agar saat melintas di lampu lalu lintas yang dituju dalam posisi "hijau". Informasi tersebut divisualisasikan melalui Multimedia Interface dalam kendaraan. Selain mengurangi frekuensi berhenti juga dapat menurunkan konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang CO2.


     Layar Terpisah ( Splitview ) 
     Keinginan antara pengemudi dan penumpang depan yang berbeda dalam menikmati monitor yang terdapat dalam kendaraan, dalam hal ini Mercedez Benz berusaha memahaminya. Dari hal tersebut generasi S-Class kedepannya akan memiliki fitur yang disebut Splitview Command Display. Teknologibaru ini dibuat melalui kerja sama dengan BOSCH yang menjadikan monitor pada dashboard dapat menampilkan tayangan yang berbeda, tergantung dari posisi pengemudi dan penumpang depan.

     Misal saja pengemudi inginkan peta navigasi sedang penumpang depan secara bersamaan ingin memutar film DVD untuk menghilangkan kejenuhan saat berkendara maka layar yang sama akan menampilkan dua tampilan yang berbeda. Kerja dari layar dengan cara menyisipkan sebuah filter yang akan mengatur pixel dalam LCD untuk menampilkan citra tertentu dalam sudut pandang yang berbeda. dengan demikian maka pengemudi akan berkonsentrasi terhadap navigasi agar tidak tersesat dijalan. Sementara penumpang dapat memakai remote kontrol untuk menikmati fasilitas hiburan dan handphone ditelinganya.


     Airbag Penumpang Belakang
     Penerapan Airbag pengemudi dan penumpang depan sudah umum diterapkan manufaktur, akan tetapi untuk penumpang belakang sedikit sekali yang memberikan perhatian. Airbag pertama kali di dunia yang diaplikasi pada mobil kecil IQ diciptakan oleh Toyota untuk mengakomodir keselamatan penumpang belakang.

     Airbag ini dirancang menggunakan sistem Supplemental Restraint System (SRS), yang dipakai untuk melindungi bagian belakang kepala penumpang baris kedua, sehingga dapat meminimalkan resiko cidera yang serius pada waktu terjadinya tabrakan dari belakang.

     Airbag ini mengembang dari bagian Roof Lining diatas jendela belakang dan akan membentuk tirai pelindung. Toyota menambahkan Airbag untuk penumpang belakang yang dipasang dikonsol tengah kursi belakang ( Rear Seat Center Airbag ), berguna untuk mencegah cidera yang serius yang diakibatkan benturan sesama penumpang.

http://tokoone.com?affid=11528

     Pelacak Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda
     Teknologi Car-2X Communication dikembangkan oleh BMW Group Research dan Technology bekerjasama dengan beberapa Institut mengadakan riset di Jerman. Penciptaan dari teknologi ini adalah menghindarkan mobil dari kemungkinan menabrak pejalan kaki ataupun pengendara sepeda yang berjalan di sela-sela mobil-mobil yang sedang terparkir. Pencegahan insiden kecelakaan itu didapat melaluipenerimaan data serta teknologi pelacakan dan kerjasama sistem sensor antara kendaraan dan tranponder yang hasilnya membuat pejalan kaki teridentifikasi .

     Dalam bahasa Jerman proyek ini dinamakan "AMULETT" yang dibiayai Kementrian Negara Ekonomi, Transportasi, Insfratruktur dan teknologi Jerman dalam 3 tahun. Pengerjaannya BMW menggandeng beberapa pihak seperti Continental Safety Engineering International GmbH, Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, Institute for High Frequency Engineering at Munich's Technical University dan ZENTED GmbH.

     RFID (Radio Frequency Identification) yang diterapkan dalam sistem Car-2-X Communication dan dimasa depan akan terintegrasi dengan tas sekolah, tongkat berjalan atau telephone mobil.
Cara kerjanya sebagai berikut, mobil akan mengidentifikasikan sinyal electromagnet yang dipancarkan transponder pada frequency 2,4 GHz, data tersebut diolah oleh tampilan visual, sehingga pengemudi tahu posisi pejalanj kaki meski tidak terlihat.

Demikianlah beberapa ulasan tentang sebuah teknologi yang diterapkan pada kendaraan pada masa sekarang ini demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi pemilik kendaraan supaya memberikan nuansa yang nyaman saat berkendara.

sumber : Auto Car Indonesia Auto Parts Warehouse

No comments:

Post a Comment